Monday, January 9, 2017

Megahnya Masjid Agung Pasir pangaraian

Memanfaatkan sisa cuti suami tahun ini, saya merencanakan untuk berwisata religi ke pasir pangaraian. Konon kabarnya disini terdapat masjid yang terkenal karena keindahan dan kemegahannya, bahkan telah dinobatkan sebagai masjid terbaik di Indonesia pada tahun 2015 oleh kementrian agama republik Indonesia, salute!!!  Jadi biar tidak penasaran makanya saya sempatkan juga untuk mengunjungi masjid ini mumpung saya masih tinggal di Duri, Riau yang memang bertetangga dekat dengan kota pasir pangaraian.
Bagi anda yang belum tau, Masjid agung madani islamic centre atau biasa disebut MAMIC ini masuk kedalam provinsi Riau tepatnya di kota pasir pangaraian kabupaten rokan hulu. Belum banyak yang bisa saya riset tentang jalur menuju pasir pangaraian ini selain kabar bahwa kondisi jalan yang kurang bagus dan tidak banyaknya obyek wisata lain disekitar masjid. Tapi karena rasa penasaran, kami tetap memutuskan untuk pergi ke masjid MAMIC pasir pangaraian.
Berbekal google maps di hp android, saya sebagai navigator suami langsung mensetting GPS menuju MAMIC. Hasil pencarian gps, jarak tempuh dari Duri menuju MAMIC 142km dengan rute ujung batu-bekasap-sontang-rambah hilir. Meskipun GPS memperkirakan waktu tempuhnya 3jam an tapi saya tetap berkeyakinan bahwa itu tidak benar hehe... 
Perjalanan dimulai dari Duri pukul 09.30wib, kami menuju arah rangau hingga melewati fasilitas PT.Chevron di bekasap kami belok kanan sampai di pertigaan RM Famili anda kami belok kiri dan terus mengikuti jalan hingga terlihat papan penunjuk arah pasir pangaraian baru kami belok kiri. Diperjalanan ini anda bisa menemukan pemukiman suku Sakai, suku asli Riau. Kalau sudah terlihat pemukiman ini lebih baik anda mengurangi kecepatan laju kendaraan sepelan mungkin agar mobil mudah diberhentikan saat ada ayam atau hewan ternak lain yang tiba-tiba menyeberang. Ini untuk menghindari anda dituntut ganti rugi yang fantastis oleh orang Sakai bila tidak sengaja menabrak hewan peliharaan mereka. Sampai dengan jalur ini penumpang mobil masih bisalah tidur nyenyak karena kondisi jalan masih bisa ditoleransi tingkat kerusakannya, mayoritas masih bagus lah kalau sampai disini. 
Saat anda menemukan rumah makan "RODA BARU" di kanan jalan, berarti waktunya anda belok kiri untuk selanjutnya menyusuri daerah Kota Lama. Jalannya mulusss, aspal beton jadi kendaraan bisa dipacu lebih kencang, tapiii hanya sebentar saja. Sesudahnya anda akan menikmati jalur off road selama kurang lebih 20km, welcome to Indonesia. Kalau kendaraan anda berjenis sedan dan semacamnya, lebih baik anda memutar saja lewat pekanbaru-bangkinang karena dibeberapa titik jalannya berlumpur dengan lobang yang sebesar kolam mandi anak gajah(hiperbolis sih ini tapi aseli lobangnya ngeri ngeri sedap dalemnya) dan bila hujan bisa berpotensi selip. FYI jalur ini kanan kirinya hanya kebon kosong jadi kalo mobil bermasalah agak susah meminta bantuan kecuali bila ada kendaraan lain yang melintas dan mau dimintai pertolongan. Setelah segala macam doa dibaca (doa makan yang paling sering sih) hingga nazar mengurangi porsi makan bila bisa keluar dari jalur ini tanpa kurang apapun, kami akhirnya bisa melalui jalur off road dengan selamat, Alhamdulillah ya Allah. 
Kota tengah Bonai darussalam menjadi tempat berpenduduk pertama yang saya temui setelah sekian lama ber off road ria. Dari kota tengah ini kondisi jalan sudah cukup bagus beraspal, masih ada beberapa titik yang rusak tapi tidak separah kota lama. Masuk kota Sontang jalan mulus beraspal namun berkelok-kelok tetapi datar seperti jalan di harau sumbar. Kanan kiri padat penduduk dan sisanya hutan, bila anda kehabisan bensin disini ada SPBU pasti pas dan juga alfamart (indomart belum ada barangkali ada yang ingin ber invest). Singkat cerita dari mulai kota tengah hingga akhir perjalanan MAMIC pasir pangaraian, kondisi jalan mayoritas bagus. 
Memasuki kota pasir pangaraian jam tangan saya menunjukkan pukul 13,30wib(4 jam perjalanan), anda akan disuguhkan jalan yang sangat lebar dan sepi seperti halnya jalan di Siak. Hingga perhatian langsung tertuju pada bangunan masjid yang sangat besar dan indah, MAMIC pasir pangaraian. Tampak luar, bangunan masjid ini tinggi dan besar. Awalnya agak bingung juga harus masuk masjid darimana, akhirnya diputuskan lewat pintu utama masjid. Menaiki anak tangga yang lumayan tinggi, kita bisa melihat halaman depan masjid dengan kolam airnya yang indah.
Tampak samping masjid

Menara masjid

Halaman depan masjid



Karena waktu sholat ashar masih lama maka kami memutuskan untuk naik ke menara masjid yang juga merupakan tujuan favorit wisatawan yang berkunjung kesini. Dengan membayar tiket Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5000 untuk anak-anak usia SD keatas, kami mengantri didepan lift yang akan mengantar kami naik ke menara yang tingginya setara gedung 14 lantai. Pemandangan dari atas menara cukup indah, kita bisa melihat lanscape kota pasir pangaraian yang memang didominasi hutan sawit :)


Liftnya hanya 1

View diatas menara

View diatas menara

View diatas menara


Ini kursi selfie, abaikan pose modelnya

Puas melihat pemandangan dari atas menara, kami melanjutkan tur berkeliling masjid. Dari tempat wudlu sayangnya saya harus sedikit kecewa karena adanya bau pesing yang sangat tajam disekitar tempat wudlu yang memang bergabung dengan toilet. Wastafel didepan toilet juga bocor jadi airnya menyembur menggenangi lantai tempat wudlu sehingga membuat tempat wudlunya juga terkesan agak kurang bersih. Bau pesing tadi juga akhirnya membuat saya agak underestimate dengan toiletnya jadi saya tidak menggunakan toilet sama sekali selama di masjid.




Bila tadi halaman luar masjid, hal yang berbeda justru saya temukan di teras masjid dan bagian dalam masjid. Teras masjid bersih sekali dan terasa lebih dingin lantainya. Masuk lagi kedalam masjid, subhanallah indahnya, ruangan dalam masjid dilengkapi AC (meskipun tidak dingin-dingin amat) yang jelas indah deh interiornya berkelas, megah dan mewah. Alhamdulilah akhirnya bisa diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki dan sholat di masjid indah ini. 
Teras depan
Bedug raksasa











Setelah sholat ashar saya melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru. Sebenarnya ingin balik Duri saja tetapi mengingat sudah sore dan jalur ke Duri yang agak mendebarkan makanya saya berganti tujuan via pekanbaru. Jarak tempuhnya memang lebih lama tetapi kondisi jalan 90% bagus, sepanjang jalan juga lebih banyak melewati pemukiman penduduk dan lalu lintasnya juga ramai jadi menurut saya lebih aman. 

serunya main ke petrosains KL

Bila anda berlibur ke KL, mungkin petrosains bisa jadi tujuan yang bisa dipertimbangkan. Petrosains ini lokasinya berada didalam mall suria klcc. Sebenarnya petrosains ini tempat belajar sains tetapi dengan cara yang menyenangkan. Banyak disediakan alat peraga sains seperti menyusun balok, merakit pipa, robot dan masih banyak lagi. Untuk jam-jam tertentu akan ada juga live show tentang sains tentunya yang dipandu oleh staf petrosains. Sewaktu kami kesana kebetulan live shownya tentang "api", pertunjukannya juga sangat menarik kok, tidak membosankan. 
Untuk tiket masuk, dewasa RM30, anak-anak RM15 dan orang tua diatas 56thn RM15. Petrosains buka dari jam 9.30 waktu malaysia hingga jam 17.30 waktu malaysia (waktu Malaysia seperti WITA di Indonesia).
tampak depan pintu masuk petrosains

 





Foto-foto diatas hanya sebagian kecil saja penampakan petrosains. Kalau berkunjung ke sini paling tidak sediakan waktu seharian, karena memang wahana permainannya banyak sekali. Kemarin saya mulai masuk jam 9.30 wib keluar arena petrosains jam 14.30wib. Lumayan pegel kaki tapi gak kapok juga sih kalau disuruh kesini lagi hehe...cuma yang agak kurang sreg dihati, karena jumlah masing-masing peraga tidak banyak jadi membuat antriannya panjang ditambah lagi anak-anak yang kurang ngerti cara antri (namanya juga anak-anak sih). Kami 2x kesini, belum bisa juga mencoba main balapan mobilnya karena selalu diserobot anak-anak yang lugu dan polos yang tak berdosa itu. Masak iya saya harus gontok-gontokan sama anak kecil, jadi ya mau tidak mau lagi-lagi harus mengalah padahal sudah jelas-jelas ada ketentuan minimal tinggi badan untuk naik peraga balapan ini. Dan karena tidak ada aturan pembatasan untuk bermain satu alat peraga, terkadang anak-anak yang sudah senang dengan permainan tertentu akan bermain berulang kali meskipun ada anak lain yang sudah mengantri. Tinggal orang tuanya sih seharusnya yang memberikan pengertian, sekalian mengajarkan cara berbagi dan mengantri pada anaknya.
Oh iya, untuk masuk ke petrosains ini tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman. Akan ada kantin didalam arena ini yang menjual aneka kue, minuman dan makanan dengan harga yang terjangkau.


Tuesday, December 27, 2016

Short escape: Kuala Lumpur

"Liburan adalah sesuatu yang selalu mengasyikkan, selalu dinanti-nanti dan akan menjadi kenangan indah sesudahnya."  -myself- 😃


Penantian panjang itu akhirnya berakhir.....
dan kamipun pergi berlibur jua....

Setelah berbulan-bulan ngintilin aka stalking travell blogger yang selalu sukses bikin saya kagum dengan cerita perjalanan liburan mereka, akhirnya saya juga bisa cerita soal hasil liburan irit saya dan keluarga. Dengan berbekal uang seadanya hasil pecah celengan, kamipun nekat berangkat berlibur ke Kuala Lumpur. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kami ke KL tapi entah mengapa selalu ingin kembali lagi. Ini bukan berarti saya tidak cinta tanah air ya, tetapi semata-mata karena liburan ke KL lebih murah daripada ke Bali atau Belitung apalagi tempat tinggal saya saat ini di Duri, jadi kalau mau ke KL tinggal naik ferri saja lewat Malaka.
Jadi rencananya saya akan mengajak serta suami tercinta, bapak saya dan 2 anak kecil yang selalu menggemaskan ini untuk berlibur ala ransel (baca: backpacker) ke Kuala lumpur selama 5 hari 4 malam dengan menginap 3 malam di KL dan 1 malam di Malaka. 
Jauh-jauh hari saya mulai hunting penginapan, transportasi dan kuliner di negeri jiran tersebut dengan key word "murah". Dan alhamdulillah cara ini selalu berhasil, saya mendapatkan penginapan dengan harga miring selama berlibur di KL. Saya memilih the ZON all suites residence yang sangat dekat dengan menara kembar petronas untuk menginap. Total yang harus saya bayarkan untuk menginap di hotel ini selama 3 malam Rp2.9jtaan, menurut saya ini sudah cukup masuk akal karena kamar kami dilengkapi dengan ruang tamu, meja makan dan dapur yang sangat membantu untuk mengontrol anggaran makan selama kami di KL. Ini penting buat saya karena biasanya pengeluaran makan ini bisa mencapai 40% dari total budget liburan, maklum kami sekeluarga memang doyan makan dan jajan. Tetapi karena keterbatasan dana maka saya harus cermat dalam mengelola budget. Sedangkan saat di Malaka, saya menginap di Venus Boutique hotel dengan sewa permalam Rp500ribuan untuk 4orang. Review tentang hotel tempat kami menginap nanti menyusul. H-1 sebelum keberangkatan kami ke KL, saya terlebih dahulu menyiapkan bekal rendang dan kawan-kawannya untuk kami makan selama di hotel nanti. Saya juga membawa beras secukupnya, sehingga kami tidak perlu keluar duit lagi untuk makan malam selama di KL. Semua sudah siap, saatnya berangkat.....
Pagi-pagi sekali kami sudah berkendara menuju pelabuhan internasional Dumai yang berjarak 1,5jam dari rumah. Dilanjutkan perjalanan dengan kapal ferri ke Malaka selama 2,5jam dan bus Malaka-KL 2 jam. Sesampainya di hotel, jam tangan saya menunjukkan pukul 19.00WIB atau pukul 20.00 waktu malaysia. Saya pergunakan untuk istirahat saja agar besok bisa segar kembali.
Hari kedua di KL, kami berjalan-jalan ke central market yang terletak tidak jauh dari terminal bus pasar seni. Dari hotel, saya berjalan kaki 3 menit menuju halte bus menara Atlan kemudian saya naik bus gratis goKL dengan tujuan bukit bintang dan bertukar bus goKL lainnya dengan tujuan pasar seni. Di central market ini anda bisa belanja oleh-oleh dengan harga yang cukup murah. Ada banyak buah tangan seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, miniatur petronas, tas dompet dan aneka kerajinan lainnya yang bisa anda dapatkan mulai harga RM5 atau anda bisa berburu coklat dan aneka cemilan khas Malaysia dengan harga mulai RM10. Setelah puas berbelanja oleh-oleh, kami menghabiskan sore dengan mengajak anak-anak saya bermain di KLCC Park. KLCC park ini terletak di belakang mall suria KLCC, taman bermainnya sangat luas dan bersih, ada kolam renangnya juga. Yang lebih penting, masuknya gratis hehe....
Hari ketiga kami berencana bermain di petrosains, wisata edukasi keluarga yang berada didalam mall suria KLCC. Kebetulan sekali saya pergi pas musim libur sekolah, jadi tiket masuk untuk anak-anak gratis. Saya hanya membayar RM30/dewasa dan RM15 untuk bapak saya, total RM75 atau Rp228.000 untuk bermain sepuasnya di petrosains. Banyak permainan menarik didalam petrosains ini, cuma karena musim libur jadi antrian untuk bermain jadi panjang. Bila berkunjung ke sini kita tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman, tas ransel pun juga harus dititip di loker pembelian tiket. Nanti apabila kelaparan, ada kantin yang menyediakan nasi goreng, mie goreng, donat, cruissant dan aneka roti lainnya (ini gak gratis ya). Harga makanannya mulai RM4. Setelah capek bermain di petrosains, kami berlanjut bermain air di kolam renang KLCC Park dan balik ke hotel menjelang magrib. Untuk makan malam seperti yang sudah saya obrolin diatas, saya memasak nasi dengan panci yang sudah disediakan di dapur kamar hotel ditemani dengan rendang dan kawan-kawannya. Perut kenyang, hati senang, saatnya tidooooor
Hari keempat kami akan berpindah hotel ke malaka karena kami harus mengejar ferri keesokan paginya. Setelah sarapan jatah hotel, kami muter-muter KL dulu dengan memanfaatkan bus gratis yang super nyaman goKL sampai ke terminal KL Sentral. Terminal bus disini jangan dibayangin kayak terminal bus di Indonesia ya, di KL Sentral ini bentuknya kayak mall, bagus deh. Di KL sentral kami membeli tiket KTM Komuter untuk ke TBS (Terminal Bersepadu Selatan) seharga RM3 untuk 3 dewasa (anak-anak gratis). Sesampai di TBS kami langsung ke lantai 2 menuju food court teratai, disana banyak kedai makanan mulai dari nasi penyet sampai nasi briyani. Favorit saya kedai "NURDEEN", nasi goreng kampung(RM5.5) dan sup tom yumnya(RM7) enak, saking enaknya sampai lupa difoto.
Selesai mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke Malaka dengan bus Mayang Sari. Harga tiket dewasa dan anak sama yaitu RM11. Perjalanan dari TBS ke malaka memakan waktu 2 jam dengan pemandangan hutan sawit dan jalan tol. Tepat pukul 17.00wib bus sudah terparkir di Malaka sentral, itu berarti kami harus turun dan berganti bus kota untuk menuju hotel venus yang berlokasi di seberang menara taming sari. Dari Malaka sentral kami menumpang bus panorama no.17 dengan membayar tiket RM1.3 untuk dewasa dan RM0.70 untuk anak-anak. Bus di Malaka ini namanya panorama semua ya, yang membedakan cuma tempat parkirnya. Bus akan parkir sesuai dengan nomer platformnya. Untuk arah red square, musium bahari dan menara taming sari kita menggunakan bus panorama yang parkir di platform nomer 17, makanya disebut bus panorama 17. Karena hotel kami menginap dekat dengan menara taming sari, maka anak-anak bisa bermain dulu di taman dengan bapak saya sedangkan saya dan suami check in di hotel sekaligus menaruh barang bawaan kami baru kami menyusul ke taman. Puas bermain di taman, kami cari makan sekalian sebelum kembali ke hotel.
Paginya kami bergegas ke pelabuhan ferri dengan berjalan kaki 10 menit dari hotel. Dan inilah akhir cerita liburan kami yang menyenangkan.

Wednesday, December 14, 2016

Bus Malaka Kuala lumpur

Ini kedua kalinya saya melakukan perjalanan dari melaka ke kuala lumpur dengan menggunakan bus. Sebenarnya banyak sekali operator bus yang melayani tujuan melaka-KL atau sebaliknya, tinggal mencari yang sesuai budget dan jam berangkat saja. Harga tiket bus melaka-KL atau sebaliknya yang paling murah adalah Rm10 (gak tau lagi kalau ada yg lebih murah) untuk sekali jalan.
Dari sekian banyak operator bus, saya pernah mencoba naik bus Delima, KKKL dan Mayang sari. 
1. Bus Delima
Untuk bus delima, harganya paling murah diantara KKKL dan mayang sari, yaitu Rm10. Kesan saat naik bus delima, tempat duduknya 2-2 dengan jarak kursi depan belakang lumayan luas. Hanya saja tidak ada sandaran untuk kaki. Busnya datang tepat waktu dan tiba di terminal TBS sesuai dengan jadwal.
2. Bus KKKL
Kebetulan saya 2 kali menggunakan operator bus ini. Yang pertama bus biasa dan yang kedua busnya bertingkat. Saat naik bus biasa enak sih, jarak antar kursi depan belakang lebih luas dibanding delima dan ada sandaran kakinya jd bisa seperti tidur di tempat tidur, nyaman sekali. Susunan tempat duduknya 2-1. Kalau yang bus tingkat malah menurut saya kurang enak, jadi bikin sedikit mual karena goncangannya lebih terasa terutama pas duduk di kursi tingkatnya, kurang nyaman saya sih. Harga tiketnya sama antara bus yang biasa dan bertingkat dan memang yang paling mahal dibanding delima dan mayang sari yaitu RM13.4 per orang, tarif anak-anak juga sama. Jadwal berangkat dan kedatangan juga sesuai dengan perkiraan. 
Penampakan bus tingkat KKKL

3. Bus Mayang sari
Bus ini hampir sama dengan KKKL karena ada sandaran kakinya dan tarifnya juga lebih murah yaitu Rm11. Susunan tempat duduknya 2-1, cuma entah mengapa saya agak kurang beruntung dengan bus ini. Busnya terlambat 30menit dari jadwal berangkat. Dan sesaat sebelum berangkat, sopir bus berteriak untuk tidak makan dan minum didalam bus sembari berjalan mengecek apakah penumpangnya ada yang membawa makan dan minum. Wiiiii.... udah telat berangkat, penumpang disuruh "puasa" , sopirnya agak galak lagi. Sebenarnya cara mengemudinya sih enak nyaman tapi bila mengajak balita sepertinya harus berpikir ulang untuk naik bus ini secara anak-anak terkadang agak susah dirayu untuk "puasa" walaupun hanya 2 jam saja, seperti anak saya yang sudah terbiasa nyemil untuk mengusir kebosanan selama perjalanan.
Suasana didalam bus mayang sari

Disuruh "puasa"

Kursinya nyaman

Ada sandaran kaki

So far, mungkin jika saya punya kesempatan berkunjung ke KL lagi dengan bus, saya akan memilih delima saja ato mencoba operator bus lain. 

Sunday, December 11, 2016

Jalan-jalan ke central market

Pagi ini kami berencana ke central market untuk membeli oleh-oleh. Dari hotel the zon imperial suites, awalnya kami akan menumpang LRT dari klcc ke masjid jamek lalu dilanjutkan jalan kaki yang katanya agak jauh. Cuaca mendukung sekali pagi ini. Dengan semangat 45 kami mulai berjalan dari lobby hotel menuju jalan ampang(menara atlan) kira-kira sekitar 5menitan lah. Saat kami melewati halte bus goKL iseng-iseng saya baca rutenya. Eh ternyata bisa juga pake bus goKL dari menara atlan ini. Hanya saja nanti kami harus oper bus sekali lagi di pavilion. Tak apalah, yang penting busnya gratis dan kami tidak perlu berjalan jauh sampai suria klcc.
Oh iya bus goKL ini ada beberapa tujuan. Warnanya sama semua, ungu. Yang membedakan hanyalah tulisan berjalan yang ada di kaca depan dan samping bus. Jadi kalo mau menggunakan bus ini dilihat tulisan di kaca busnya ya, jangan dilihat warna busnya. Dan bus ini gratis alias percuma alias free jadi bisa hemat budget transport kan 😁.
Bila dari menara atlan/suria klcc menuju ke central market dan kasturi walk, kita naik goKL dengan tujuan bukit bintang(green line) lalu turun di pavilion. Dari pavilion kita naik lagi goKL dengan tujuan pasar seni (purple line). Dari terminal pasar seni kita tinggal jalan kaki sekitar 3 menit ke central market/kasturi walk.


Letak kasturi walk dan central market memang berdampingan. Kami hanya masuk ke central market saja untuk membeli oleh-oleh. Di central market ini bisa dijumpai bermacam buah tangan mulai dari kerajinan, miniatur petronas, kaos KL, dompet sampai aneka makanan dan cemilan khas KL. Bila anda suka coklat sempatkanlah mampir di choc boutique didalam central market ini. 





Hampir tertinggal bus di malaka

Setelah berlelah-lelah perjalanan didalam kapal feri dumai 2,5jam akhirnya sampailah kami di melaka. Tapi karena  tujuan akhir kami adalah Kuala lumpur, jadi kami harus meneruskan perjalanan lagi 2 jam dengan menggunakan bis dari melaka sentral.
Dari pelabuhan feri melaka, kami menumpang taksi lokal ke melaka sentral dengan ongkos Rm30. Singkat cerita, sampailah kami di melaka sentral. Selanjutnya tugas saya adalah mencari tiket bus ke kuala lumpur dengan jam berangkat terdekat. Saat saya sampai di terminal malaka sentral, jam tangan saya menunjukkan pukul 13.30WIB. Saya sengaja tidak booking online bus ke KL karena memang ingin lebih fleksibel dalam perjalanan kali ini. Jangan khawatir tidak dapat tiket, karena armada bus disini sangat banyak sekalipun anda pergi saat peak season seperti yang saya lakukan.
Akhirnya pilihan kami waktu itu jatuh pada bus KKKL yang berangkat pukul 15.00WIB dengan harga Rm13.4 per orang(tarif anak-anak sama aja). Sebenarnya kami ingin mencari bus yang berangkat jam 14.00 WIB agar bisa segera sampai di kuala lumpur. Tapi apa daya semua tiket untuk jam 14.00wib sudah sold out. 
Sembari menunggu bus berangkat, anak saya minta makan nasi. Jadi saya berkeliling melaka sentral mencari sesuap nasi hehe...waktu itu saya membeli nasi goreng kampung seharga Rm5.50 atau sekitar Rp16.720 ( kurs saat itu Rp3.040). Tidak mahal bukan??memang tidak, karena harga makanan di malaysia rata-rata Rm5.50
Setelah selesai makan, jam tangan saya menunjukkan pukul 14.08WIB, saya perhatikan dari tadi bus yang akan saya tumpangi ke KL sudah bersiap berangkat. Saya baru tersadar ternyata memang waktu indonesia barat lebih lambat satu jam daripada waktu di malaysia. Dengan tergopoh-gopoh saya bergegas naik ke bus tingkat ini, oh iya bus KKKL yang saya naiki iki bertingkat lho hehe...
Setelah saya naik, bus langsung berangkat menuju kuala lumpur. Masyaallah ternyata memang bus ini hanya menunggu saya dan keluarga huhuhu....jadi malu saya padahal bus disini selalu tepat waktu. Gara-gara kami, busnya jadi terlambat 8menit 😃

Tips: waktu malaysia lebih cepat 1 jam dari WIB, harga tiket bus melaka-KL bervariasi mulai dari Rm10 

Saturday, December 10, 2016

Pelabuhan Dumai

Akhirnya warga Dumai boleh berbangga hati dengan pelabuhannya. Setelah sekian lama memiliki pelabuhan berwajah terminal yang tidak terurus, kini pelabuhan Dumai telah bertransformasi menjadi pelabuhan yang cantik dan modern. Dengan sentuhan melayu pada luar gedung semakin menambah keelokan bangunan baru ini. Meskipun sudah berwajah baru, namun ternyata pelabuhan ini masih belum diresmikan. 




Di bagian dalam pelabuhan ini terdapat toilet yang sudah memadai tetapi sayangnya air tidak nyala dan pas masuk salah satu toilet masih ada sisa kotoran yang belum disiram, sayang sekali. Oh iya bila anda mengajak anak balita disini juga disediakan mini playground jadi tidak khawatir anak bosan. Pelabuhan ini juga memang didesain tanpa AC, hanya ada kipas angin saja sehingga jangan heran bila masih ada bapak-bapak yang merokok dengan tanpa dosa disebelah balita anda.
Mudah-mudahan ke depan, pelabuhan yang sudah bagus ini bisa terjaga kebersihannya. Bagi calon penumpang dengan anak kecil juga lebih diperhatikan lagi kenyamanannya misalnya dengan adanya larangan merokok didalam gedung.